Pages

Siapakah Pencipta Manusia?

(HALAQOH IQRO') Manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala  dan diberikan keistimewaan yang tidak didapat oleh makhluk-makhluk lainnya, keistimewaan itu berupa akal yang digunakan untuk berfikir. Manusia dengan fitrahnya selalu haus akan pengetahuan, sehingga membuatnya gemar untuk berfikir dan mengetahui hal-hal baru. Termasuk yang menjadi obyek manusia berfikir adalah asal usul mereka dan mengapa mereka diciptakan di dunia ini, serta siapakah pencipta manusia.


Banyak teori yang berkembang mengenai asal usul manusia dan siapa pencipta manusia. Namun semuanya adalah teori yang rapuh saling bertentangan satu dengan yang lainnya, sehingga banyak agama-agama yang konsepnya sangat lucu dan mengelikan. Ada golongan yang menganggap manusia berasal dari evolusi kera, ada juga yang menganggap bahwa manusia ada tanpa pencipta dan pendapat-pendapat lainnya yang sangat lucu dan menggemaskan.

Di saat menusia sibuk mencari jati dirinya dan siapa yang telah menciptakannya, maka sebenarnya Islam jauh-jauh hari telah menjelaskan dengan terang mengenai asal usul manusia, dari apa dia diciptakan dan siapa penciptanya serta untuk apa manusia diciptakan. Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat-ayat quraniyahnya menjelaskan hal ini baik dengan terus terang atau dengan cara mengajak hamba-Nya berfikir. Tidak hanya di dalam Al-Qur'an saja, bahkan Allah subhanahu wa ta'ala  juga mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk mengajarkan dan menjelaskan siapa dan apa tugas manusia ini.

Dalam masalah pertama yang akan kita kupas adalah "siapa pencipta manusia?". Mengenai masalah ini Al-Qur'an telah menjelaskan dengan terang sebagaimana dalam ayat :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (QS. Al-Alaq : 1-2)

Dan juga firman Allah subhanahu wa ta'ala  :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa' : 1)

Dalam dua ayat di atas dijelaskan dengan terang bahwa Allah subhanahu wa ta'ala  lah yang telah menciptakan manusia. Bahkan dijelaskan bahwa Dialah pencipta seluruh alam dari ketidakadaan menjadi ada, sebagaimana firman-Nya :

"Sesungguhnya Rabb kalian semua adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam masa enam hari, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy.Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakannya pula( matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk pada perintah-Nya, Ingatlah menciptakan dan memerintah itu hanyalah hak Allah, Maha suci Allah Rabb semesta alam ." (QS. Al A`raaf:;54)

Selain itu, Allah subhanahu wa ta'ala tidak hanya sekedar menciptakan saja, bahkan Allah subhanahu wa ta'ala juga telah menyiapkan dan memberi manusia dan hewan serta tumbuhan jatah rezeki masing-masing. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'ala :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا  كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." (QS. Hud : 6)

Dan Allah subhanahu wa ta'ala -lah yang mengatur segala ciptaan-Nya, termasuk manusia. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam." (QS. Al-Fatihah : 2)


Makna "Rabb" adalah pencipta, pengatur, dan yang memiliki, jadi Allah subhanahu wa ta'ala  -lah yang menciptakan dan mengatur serta memiliki seluruh alam semesta ini. Semoga kita menjadi manusia yang sadar dan tahu bahwa Allah lah yang telah menciptakan kita, memberi rezeki dan mengatur kehidupan ini, sehingga kita menjadi hamba yang sholih menurut Allah.

Artikel berlanjut

Ditulis oleh : Dawud Munawwir Abdul Hadi (Mahasiswa Fakultas Da'wah & Ushuluddin, Universitas Islam Madinah Kerajaan Saudi Arabia)

Unknown

Umar bin Khothob pernah berkata "Sesungguhnya kami adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam, maka tidaklah kami mencari kemuliaan dengan yang selainnya".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar